Selasa, 23 Mei 2017

Mengejar senja di kotaku

Fasilitator program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) mengeluhkan pembayaran jerih mereka yang hingga kini belum dibayar.  Kondisi ini tentu akan berdampak pada menurunnya kualitas pemberdayaan yang dilakukan oleh fasilitator.

Bukan kali ini saja faskel menerima keterlambatan gaji pada bulan sebelumnya juga dibayar pada bulan berikutnya.

“Komitmen awal pihak Satuan kerja PKP (Penataan Kawasan Permukiman) akan membayar gaji kami (Fasilitator) setiap tanggal satu.  Tetapi pada kenyataannya "wallahualam".

Kami juga berkomitmen untuk melaporkan laporan bulanan kami pertanggal 25 (logbok,logbul) kami sudah lakukan itu, kami juga tidak mengeluhkan dampingan yang terlalu jauh dan tidak berimbang dengan gaji kami, yang kami mau komitmen bersama "jangan ada dusta diantara kita"

Padahal, fasilitator  meninggalkan keluarga untuk bekerja di kawasan kumuh demi terciptanya masyarakat yang berkarekter menjungjung nilai-nilai kebudayan jakarta yang hari ini hampir hilang, akan Tetapi fasilitator  sampai hari ini mereka harus berhutang untuk kebutuhan hidupnya dan untuk turun kelokasi dampingan.  Problema ini sudah biasa jika kita tanyakan kepada mereka "faskel Dki" tapi anehnya keadaan ini dianggap hal yang biasa dari tahun ke tahun, malah ada bahasa "keadaannya seperti ini jika tidak mau ya silakan keluar dari program ini".

Beruntunglah jika masih ada fasilitator yang mau mendampingi wilayah kalian.

Bagaikan mengerja senja di kota sendiri
Setiap hari mengorbankan dirinya untuk orang lain sedangkan dirinya belum tentu kuat.

“Jangankan buat bensin makan saja sulit. Kami harap Pemerintah DKI melalui Satker Penataan Kawasan Permukiman (PKP) KOTAKU bisa memahami dan merasakan nasib kami,”

Untuk diketahui, Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) merupakan program pemerintah dalam upaya penanggulangan kawasan kumuh di seluruh indonesia. Dengan konsep pendampingan pemberdayaan yang di dominasi oleh fasilitator eks PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat). Program ini dimulai terhitung tanggal 1 April hingga 31 Desember 2016 dan berkelanjutan

Rabu, 10 Mei 2017

Kunjungan tim 12 ke kelurahan sukapura

Silaturahmi tim 12 jakarta utara program "kotaku" kota tanpa kumuh.
Hal ini memastikan jenis usulan kegiatan dalam silaturrahmi ini ada pembahasan yang sedikit serius yaitu : mempertanyakan RW kumuh "Referensi BPS". Adalah bapak markus selaku koordinator LKM sukapura jakarta utara, beliau mempertanyakan status RW. 02 yang tidak termasuk dalam prioritas penanganan,

Yang kedua serah terima pendamping lama dan baru blm dilaksanakan,
yang ketiga  jika kita turun lagi atau survey usulan yang kemarin di khawatirkan banyak pertanyaan "kapan pelaksanaannya" jgn cuma di ukur doang..,
Hampir rata2 semua  dampingan menayakan seperi itu dan mungkin hal yang wajar bagi kami selaku pendampingan karna ketidak pahaman dalam pendanaan anggaran.
Kami juga menjelaskan tentang pentingnya kolaborasi program, terlebih dukungan pada semua pihak "stekorder". Dalam penanggulan kemiskinan
Kami juga tim 12 meminta Penjadwalan kelapangan untuk memastikan usulan kegiatan di RW01 dan 03, untuk Rw.02 juga disurvey dengan permintaan pak koordinator lkm walaupun tidak ada di BPS, jadwal survey kelapangan ditetapkan pada hari sabtu ini pagi, saran pak markus dan kami juga mengaminkan usulan pak markus.


Jumat, 28 Oktober 2016

PNPM Membuka jalan mandiri KOTAKU Memberi Ruang Madani
Oleh Suryadi *)
A.  Pendahuluan
Sebelumnya penulis mengucapkan syukur Alhamdulillah saat ini masih bisa diterima dan tergabung dalam program pemberdayaan masyarakat KOTAKU. Sejak pertama kali bergabung tepatnya pada bulan September tahun 2009 lalu, pada program pemberdayaan masyarakat atau lebih dikenal dengan PNPM mandiri perkotaan,  maka sejak saat itu, hingga sekarang tidak akan melupakan proses panjang perjalanan pendampingan ini.
Maka, proses panjang dan penuh liku inilah yang menjadi muara pembahasan yang sangat menarik untuk diceritakan selama melakukan proses pendampingan. disamping sebagai sumber inspirasi, hari-hari selama pendampingan yang telah berlangsung sejak 2009 itu juga yang menjadi motivasi dalam alur penulisan ini. Telah lebih 5 tahun saya mendampingi masyarakat perkotaan dengan berbagai persoalannya, tentu banyak sekali tantangan yang cukup menarik kami hadapi sebagai pendamping. Karena secara umum ternyata masyarakat perkotaan mempunyai masalah yang sangat kompleks, setelah saya bersentuhan langsung dengan masyarakat perkotaan.
Kompleksitas persoalan yang terjadi tidak hanya pada persoalan infrastruktur pembangunan saja namun juga telah menyentuh dan mengakar pula pada persoalan sosial, ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya. Melihat realitas tersebut, penulis berpendapat pada dasarnya persoalan yang paling menonjol di masyarakat perkotaan adalah faktor ekonomi. Mengingat sebagian besar masyarakat menggantungkan hidupnya di wilayah perkotaan, hal ini karena mind set yang terbangun ditengah masyarakat bahwa ‘kota menjadi daya tarik dalam penyelesaian persoalan ekonomi’. Sehingga masyarakat yang berada di luar kota (desa) berbondong-bondong melakukan urbanisasi ke kota dengan harapan mampu melakukan perbaikan secara ekonomi. Situasi tersebut akhirnya memaksa masyarakat perkotaan untuk menghadapi perkembangan kota yang kian lama kian berkembang, dan pada gilirannya perkotaan menjadi wilayah dengan pertumbuhan yang tidak seimbang, overload dan “sustainabele urbanization”. Sehingga melahirkan situasi yang berdampak pada wilayah perkotaan itu sendiri, kota menjadi sangat padat, kumuh dan meluasnya kaum miskin kota.
Masih segar dalam ingatan penulis, saat pertama kali program PNPM diluncurkan, bukanlah hal yang mudah bagi kami para pendamping saat pertama kali melakukan pendampingan PNPM di tengah masyarakat perkotaan. Apalagi dengan melibatkan warga, berbicara tentang program yang cukup idealis untuk merubah pola pikir warga kota. Fasilitator yang merupakan ujung tombak dari program ini, ditantang untuk melakukan perubahan secara mendasar sejak 10 tahun yang lalu agar bisa merubah pola pikir masyarakat perkotaan menjadi lebih baik. Kami para fasilitator harus rajin berkunjung ke pusat-pusat kerumunan warga seperti ke pos-pos RW “balai warga” untuk mengumpulkan warga, lalu menggelar diskusi dengan warga perihal kompleksitas permasalahan yang dihadapi warga, di lingkungan masing-masing. Dalam forum-forum diskusi bersama warga, atau yang biasa kami sebut “FGD”, fasilitator dituntut untuk mampu merubah kebiasaan warga dalam pengambilan keputusan setiap persoalan melalui musyawarah yang kami sebut Rembuk Warga. Selain itu, fasiliator juga yang sering mengingatkan warga agar mempunyai sifat terbuka dan transparansi dalam kegiatan dengan membuat panduan laporan pertanggung jawaban (LPJ).
Pembukuan, Papan proyek dan prasasti, hal yang diberikan fasilitator kepada masyawakat, agar terbiasa dengan pegelolaan program yang transparan. Selain itu, fasilitator juga yang memberikan langkah-langkah menyusun perencanaan strategi yang biasa kami sebut “PJM pronangkis”. Dari sinilah para fasilitator akhirnya menemukan orang baik’ yang memiliki pemikiran dan orientasi untuk bertindak dan melakukan kegiatan yang bertujuan agar wilayahnya maju dan berkembang dengan baik. Dari proses itulah, akhirnya terbentuk sebuah lembaga masyarakat yang sehat dan berwibawa yang bernama LKM (lembaga Keswadayaan Masyarakat).
LKM pada tujuannya adalah untuk mengembalikan nilai-nilai dasar masyarakat (khususnya perkotaan), dimana pada hakekatnya musyawarah mufakat, gotong royong, transparasi, saling menghargai merupakan sifat dasar manusia berbudaya kini semakin menipis seiring dengan berkembangnya zaman. Tujuan dari LKM ini, pada akhirnya bermuara pada sebuah Program yang kami sebut Program KOTAKU. Program ini muncul untuk melanjutkan program yang sudah berjalan dengan baik ditengah masyarakat perkotaan dengan tujuan untuk lebih me-mandiri-kan dan menguatkan keswadayaan masyarakat perkotaan.
Penulis berpendapat bahwa satu-satunya program pemberdayaan masyarakat yang paling membekas dan tepat sasaran adalah PNPM mandiri yang dilanjutkan saat ini dengan KOTAKU. PNPM membuka jalan kemandirian maka KOTAKU memberikan ruang kepada masyarakat kemadanian.,
Harapan penulis semoga program ini terus berkelanjutan sampai menjadikan masyarakat yang mandiri dan madani serta bisa terlaksanya program 100.0.100 dalam semua bidang “7 idikator + 1” kita pasti bisa, kotaku siap berubah.

B.     Antara MDGs, RPJMN, dan RPJMD
Sedikit saya akan menyinggung tentang akar terbentuknya program pemberdayaan masyarakat atau penanggulan kemiskinan di Indonesia, kita masih ingat salah satu program PBB yang telah diluncurkan pada bulan September 2000 yaitu Millennium Development Goals (MDGs) dimana program ini memiliki tujuan salah satunya adalah tercapainya kesejahteraan rakyat,  pembangunan masyarakat yang merata, mengurangi masyarakat yang tertinggal dalam hal pendidikan “putus sekolah”,mengangkat taraf hidup masyarakat dalam hal penghasilan, mengkedepankan kesetaraan gender, menangani pada persoalan kesehatan anak-anak, serta adanya akses air bersih untuk masyarakat kumuh dan miskin. bisa kita katagorikan MGDs berfokus pada bidang lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi,
Meskipun MDGs mentargetkan pada 2015 tercapainya pengentasan persoalan diatas, dan saat ini pada 2016, pemerintah harus tetap untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sampai pada taraf masyarakat yang mandiri dan madani .
Jika kita lihat RPJMN atau juga RPJMD maka ada tujuan yang sama dalam hal penanganan penaggulangan kemiskinan yaitu meningkatan kapasitass dan kwalitas lingkungan, meningkatkan perekonomian, membangun ketahanan social dan budaya, serta meningkatkan krativitas baik SDM ataupun SDA nya.
Dengan melihat pada UU. No 1 tahun 2011 Bab VIII bahwa Pola penanganan kawasan kumuh mengacu kepada UU. No 1 Tahun 2011 Bab VIII dari mulai pasal 94 s.d 97 terdapat 2 (dua) pola penanganan, yaitu Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Permukiman. Pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh guna meningkatkan mutu kehidupan dan penghidupan masyarakat penghuni dilakukan untuk mencegah tumbuh dan berkembangnya perumahan kumuh dan permukiman kumuh baru serta untuk menjaga dan meningkatkan kualitas dan fungsi perumahan dan permukiman.
Disini penulis berpendapat bahawa antara MDGs, RPJMN dan RPJND itu mempunyai problem Solving yang sama yaitu terwujudnya masyarakat menjadi tempat hunian yang layak serta memiliki kebudayan dan tarap hidup yang berimbang.

C.     Pendampingan program dan lahirnya KOTAKU
Dalam konteks penanganan kawasan permukiman kumuh tidak bisa hanya melibatkan masyarakat, akan tetapi campurtangan pemerintah juga sangat penting, dengan memberikan program yang tepat sasaran dan berkwalitas. Sebagaimana telah disinggung di pendahuluan bahwa fasilitator adalah perekat daripada program KOTAKU. Maka tidak heran jika seorang fasilitator sudah mempunyai  konsep yang matang dalam penanganan dan pendampingan kawasan sehingga tidak salah sasaran. Dengan mengacu pada VISI, MISI, TUJUAN dan SASARAN pembangunan Daerah, maka KOTAKU merupakan salah satu bagian yang menawarkan problem solving atas persoalan perkotaan. Dimana program KOTAKU telah memiliki strategi dalam pelaksanaan dan pendampingan program yang sesuai dengan kondisi wilayah perkotaan secara proporsional dan professional. Dengan adanya rancangan kegiatan serta telah adanya SIKLUS kegiatan yang terkonsep dengan matang, maka program pemberdayaan masyarakat ini didukung dengan basis dokumen perencanaan atau RPLP yang bisa dipertanggungjawabkan.
Jika kita melihat secara komprehensif penanganan kawasan permukiman, maka tidak bisa apabila hanya difokuskan pada sisi infrastruktur saja, namun juga dibutuhkan penguatan-penguatan kelembagaan dan ekonomi. Jika dalam PNPM mandiri perkotaan dimana landasan programnya adalah infrastruktur, ekonomi dan sosial (Tri Daya) dengan fokus wilayah terbatas (hanya 5 RW) maka pada program KOTAKU dalam realisasinya kami menggunakan 7 indikator + 1 dengan fokus kawasan.
Penulis ingin berbagi cerita tentang pertama kali sosialisasi PNPM mandiri perkotaa,  Sebut sajah wilayah kelurahan kapuk Jakarta barat , saya dan tim disaat mensosialisasikan program PNPM se jujurnya sangatlah kesulitan dalam mendampinginya, maka dibutuhkan beberapa kali pertemuan dengan masyarakat dan tokoh kunci  untuk pemahanan yang kuat serta utuh, bayangkan sajah pada waktu RKM rembuk kesiapan masyarakat tingkat kelurahan itu hampir Chaos, malah hampir tidak diterima dengan sebab masyarakat yang kritis dan aktif dalam keorganisasian sehingga menimbulkan pertanyaan yang cukup rumit, seperti pertanyaan mengapa hanya lima RW focus..? lalu apakah ada uang Honor di LKM..? dan lain sebagainya, mungkin  hal yang wajar bagi kami karena masyarakatnya URBAN, HiTROGEN dan belum mengatahui hasil dari Program PNPM itu sendiri, pada waktu kami hampir putus asa maka kami putuskan kita kembalikan pada masyarakat apakah program ini diterima atau tidak..? dengan penjelasan yang cukup dipahami dan tujuan yang jelas “kami yakin bahwa masih ada orang baik di wilayah kapuk ini”, dan dengan bekal pelatihan serta keyakinanlah program ini bisa diterima. dengan mengucapkan  Syukur Alhamdulillah Program PNPM bisa diterima diwilayah kelurahan Kapuk, sampai saat ini dan tetap berjalan.
Program PNPM sudah selesai walaupun tidak ada pengumuman yang resmi, dan kini berganti nama dengan program KOTAKU, kita tidak pungkiri dimasyarakat bahkan di pemerintahan program pemberdayaan masyarakat yang masih dikenal  adalah PNPM mandiri perkotaan. Walaupun sudah berganti nama namun PNPM masih membekas dan meninggalkan nilai-nilai yang menyentuh dan  sangat phenomenal dimasyarakat seandainya saya bisa mengumpamakan “Bagaikan orangtua yang mengasuhnya anaknya dari lahir sampai dewasa dengan melewati susah sedih senang bersama kini anak yang berusia dewasa sudah menginjak masa mandiri dan sudah mengerti bagaimana merencanakan kebutuhan-kebutuan rumah tangga sehingga siap untuk menghadapi yang namanya masa madani salah satunya  yaitu dengan mencari sendiri CSR yang berkelanjutan dengan modal pengalaman yang luas serta Dokumen yang matang seperti, AD/ART, PROFILE, RPLP dan lain sebagainya
PNPM mandiri perkotaan, P2KP, Dan KOTAKU kota tanpa kumuh,  tidak bisa dilepaskan dan satu kesatuan yang utuh  jika PNPM sudah sampai menciptakan masyarakat mandiri maka KOTAKU melanjutkannya dengan target menjadikan mayarakat madani dengan konsep  100.0.100
D.     PNPM meluncurkan Program-Program Unggulan
Berdasarkan pengalaman penulis bahwasanya persoalan kawasan kumuh perkotaan memiliki persoalan yang cukup kompleks, dan saya juga setuju dengan strategi para konseptor di program ini yang telah meluncurkan program-program unggulan dalam hal ini PNPM atau KOTAKU. Ada dua program unggulan yang diluncurkan pada masa PNPM mandiri perkotaan yaitu PLPBK dan PPMBK.
PLPBK
Penulis masih ingat bahwa PNPM meluncurkan program unggulan yang namanya PLPBK (program penataan lingkungan berbasis komunitas) ada beberapa kelurahan yang mendapatkan program ini kelurahan, Durikosambi, (salah satu penerima program PLPBK) pada saat kedatangan program PLPBK masyarakat cukup antusias dalam menerimanya saya selaku pendamping cukup bangga ikut serta dalam menghadiri sosialisasi ditingkat kelurahan, pihak kelurahan juga mengapresiasikan kepada LKM Tunas Mandiri Duri kosambi dalam sambutannya sebut sajah bapak Herman selaku Lurah, selain diisi dengan gerak jalan, ada pula Dram bend dan panggung hiburan warga  dengan tema “Dukung dan sukseskan program penataan lingkungan berbasis komunitas PLPBK kita Rencanakan Kita lakasanakan kita Evaluasi bersama.[lampiran foto]
PLPBK juga berkonsentrasi pada persoalan infrastruktur, sayangnya  Program ini hanya beberapa kelurahan sajah yang diberikan diwilayah DKI diantaranya kelurahan duri kosambi, disamping anggaran yang cukup besar ada juga hal yang menarik dari program PLPBK ini, yang pertama : pendampingan yang intensif artinya bukan hanya dari tim fasilitator akan tetapi diharuskan berkonsultasi pada tim inti perencanaan partisipatif, adalah Mas Adit selaku penaggung jawab dari Universitas esa unggul yang siap mendampingi PLPBK Kel Duri Kosambi yang kedua PLPBK juga focus pada sebuah kawasan dengan pemetaan swadaya atau mapping yang menghasilkan Dokumen perencanaan RPLP dan DED, kemungkinan PLPBK inilah yang menjadi cikal bakal Program KOTAKU “kota tanpa kumuh”, maka dengan adanya RPLP inilah kegiatan berjalan dengan terorganisir serta sistematis, yang ketiga adanya evaluasi kita tidak lepas yang namanya sumbang saran masukan ataupun usulan yang membangun karena pada adasarnya program ini dibangun atas dasar kebersamaan, LKM bukanlah Lembaga yang eklusif tapi LKM adalah lembaga yang membuka selebar-lebarnya kepada masyarakat dalam membangun wilayah maka penulis disini melihat Lembaga Keswadaayan Masyarakat setelah pelaksanaan selalu mengadakan Evaluasi kegiatan.
PPMK atau PPMBK
Didalam pendahuluan diatas penulis menyinggung pada persoalan ekonomi, bukan hanya infasuktur ataupun social akan tetapi ekonomi pun harus di ikut sertakan dalam hal penanganan penanggulangan kemiskinan. Dan juga kita bisa lihat bahwa tujan dari MDGs, RPJMN dan juga RPJMD sama dengan pola yang di jalankan oleh PNPM mandiri yaitu TRI DAYA,
Peningkatan Penghidupan Masyarakat Berbasis KSM atau PPMBK adalah program Unggulan yang berorentasi pada ekonomi kerakyatan, dengan meliat kondisi saat ini yaitu berjamurnya Rentenir dikalangan masyarakat terlebih sasaran targetnya adalah ibu-ibu rumah tangga pada kawasan kumuh maka penulis berpendapat bahwa PPMBK mempunyai misi tertuntu pertama: starategi yang diluncurkan oleh PNPM yaitu melawan masyarakat dari rentenir, kedua meningkatnya tarap hidup, yang ketiga menggangkat potensi wilayah dan yang ke empat pentingnya tanggung jawab pribadi ataupun kelompok. 
PERUBAHANAN PERILAKU YANG MELEKAT
Mengawal program pemberdayaan masyarakat bukan hanya pada persoalan infrastruktur atau ekonomi saja, yang lebih utama adalah merubah pola pikir masyarakat. Terlebih pada masyarakat perkotaan dimana orientasi masyarakatnya tidak bisa dilepaskan dari persoalan perbaikan ekonomi. Kita bisa melihat bahwa unsur paling mendasar melakukan perubahan kearah yang lebih baik harus dimulai dari pola pikir. Minhajul fikr atau landasan berfikir di program yang lalu sampai sekarang KOTAKU (kota tanpa kumuh) yaitu merubah pola pikir masyarakat dari tarap hal yang tidak baik menjadi baik dengan membiasakan  hal yang sepele menjadi istimewa. Contoh memberikan arahan agar tidak lagi membuang sampah di sungai, dengan memberikan pemahaman atas dampak yang terjadi apabila masyarakat terus-menerus membuang sampah di sungai. Hal-hal seperti ini perlu dilakukan terus-menerus dan melebar ke semua aspek kehidupan masyarakat agar tujuan dari program KOTAKU dapat terwujud.
Untuk itu, kembali penulis ingatkan lagi bahwa apapun program yang diturunkan oleh pemerintah apabila tidak mampu direspon dengan baik oleh masyarakat maka hanya akan melahirkan kesia-siaan belaka, maka perlu kiranya semua komponen masyarakat, pendamping program dan pemerintah duduk bersama untuk menyamakan persepsi agar ada sinergitas visi dan misi yang sama demi langkah penyelesaian persoalan perkotaan secara komprehensif.
Apabila semua program terencana dengan baik dan dengan melibatkan semua komponen, maka tidak tertutup kemungkinan program-program pemberdayaan masyarakat akan berhasil dengan baik pula. Sebagai contoh, penulis bisa contohkan pada pelaksanaan infrastruktur atau jalan, pada program PNPM dimana masyarakat melakukan swadaya apapun bentuknya seperti, gotong royong, rembuk warga, dan lain-lain. Juga pada program pengembangan ekonomi, perubahan perilaku yang kurang baik perlu sedikit-demi sedikit mulai dilakukan agar masyarakat memiliki tanggung jawab baik secara pribadi maupun kelompok, sehingga memberikan ekses terhadap peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
 Penutup
Pada akhirnya saya menyampaikan dalam penutup tulisan ini, yaitu antara MDGs, RPMN dan PJMND sudah jelas dalam penanganan permukiman kumuh dan dalam kontek program KOTAKU juga sudah menjadi program perencanaan  penanganan kawasan dan   diterjemahakan dalam konsep 100.0.100, target samapai 2019 samapai pada tarap kualiatas kehidupan yang layak bagi masyarakat perkotaan khususnya.
Mengingat kualitas pemukiman perkotaan yang cukup kompleks maka dibutuhkan  kolaborasi atau kerjasama oleh semua pihak antara pemda, sawasta, masyarakat dan kelompok peduli, tanpa terkecuali bahwa program KOTAKU  ini haruslah berjalan dengan konsepnya dan  Pemda sebagai nahkodanya.
Penulis berpendapat dengan adanya pergantian nama program dari PNPM ke KOTAKU (kota tanpa kumuh) bukanlah hal yang penting, akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana hal ini mampu menjawab persoalan yang dihadapi wilayah perkotaan dengan memperbaiki kualitas sumberdaya manusia, lingkungan, sosial, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat perkotaan dalam bingkai ke-bhineka –an dan nilai-nilai kebangsaan.
Akhir kata semoga tulisan ini bermanfaat untuk semua orang yang masih komitmen dalam mengawal masyarakat dalam bentuk pemberdayaan (KOTAKU). Amiin.



Daftar Pustaka dan kutipan:

-      Undang-undang No.1 tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman

-      Peraturan presiden Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan jangka menengah Nasional (RPJMN) 2015-1019


*)  Fasilitator tim 11 jakbar, program kotaku



Jumat, 30 Oktober 2015

Study Banding berbasis 100.0.100

Jakarta - jum'at pagi KSM nyiur kedatangan tamu dari Berebes, tidak tanggung tanggung membawa pasukan 90 orang yang terdiri dari fasilitator, LKM yg memiliki program PLPBK, TIPP, TOMAS, dan para Relawan,  setelah berkunjung ke univ Budi Luhur UBL, Rombongan study Banding ini melanjutkan ke Wilayah kamal jakarta barat untuk bersilaturahmi dengan masyarakat sekaligus melihat kondisi yang katanya, akan merancang konsep program pembenahan yang diberi nama Green Kamal Project, membuat kampung wisata petani sampah. disana sudah disambut dengan bapak lurah dan staf, serta dinas PU kecamatan dan tidak ketinggalan para fasilitator jakarta barat,

"Kenapa kami membuat kampung wisata petani sampah. Karena informasi yang diperoleh bahwa potensi terbesar adalah sampah. Artinya, masyarakat belum pandai mengolah namun cukup pandai menghasilkan sampah," kata Putri Suryandari, Program Studi Arsitektur UBL, Putri Suryandari saat menyampaikan sambutan pada acara launching Green Kamal Project, Kampung Wisata Petani Sampah di Taman RW 03, Kelurahan Kamal, Jum'at(30/10) seperti yang telah dikatakan disela-sela sambutan di universitas Budi Luhur.

Lurah kamal bapak abdul karim mengatakan, pihaknya akan mengajak warga RW 03 dan 04 Kelurahan Kamal untuk selalu berpartisipasi dalam hal apa saja terutama dlm hal pembangunan, terlebih di P2KKP mempunyai program Penanganan Kawasan Kumuh dengan konsep 7 indikator., di Rw.03 dan 04 ada semua dan butuh penanganan yg serius ujar bapak lurah abdul karim.

"Kami berusaha mencoba, warga di sini menjadi wiraswasta penghasil sampah dan pemasok sampah. Jadi, sasaran kita kampung ini menjadi tujuan wisata yang isinya menghasilkan produk–produk dari sampah yang diperjualbelikan dalam wisata lokal maupun internasional,

"Jadi, kampung wisata sampah artinya kampung ini akan disulap menjadi tujuan wisata yang produksi sampahnya menjadi seseuatu yang dapat dijual.  Jadi, wisatawan yang berkunjung ke Jakarta yang ingin membeli produk dari sampah, dari bandara Soekarno Hatta dapat berkunjung ke Kamal," papar Umi tutik. 

Bapak sodik  juga mengungkapkan, Kelurahan Kamal dan Tegal Alur sejak tahun 1995 silam telah masuk dalam program Inpres Desa Tertinggal (IDT). 

"Sejak masuk dalam program IDT, sudah banyak program pembangunan yang ditujukan di kedua kelurahan ini, tapi kondisinya hingga saat ini masih seperti ini," ujar Sodiq.

Bpk lurah juga menyebutkan, pihaknya mendukung adanya Green Kamal Project Kampung Wisata Petani Sampah yang diprakarsai oleh Universitas Budi Luhur dan KSM Nyiur. 

"Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Mudah-mudahan dengan adanya pendampingan dari relawan KSM Nyiur dan akademisi, kondisi warga Kampung Kamal akan lebih baik lagi dalam berbagai sektor kehidupan," ujar Abdul karim.

Sangatlah jelas bahwa keterkaitan dengan program P2KKP yang sedang berjalan saat ini, dan pengambilan data yang dilakukan oleh teman2 pendamping yg berbasis masyarakat ini sangatlah berarti, bagaimana tidak tergalinya indikator permasalahan di tingkatan masyarakat ini dengan adanya penyusunan baseline 100.0.100, dengan menghasilkan profil kelurahan.

Senin, 05 Oktober 2015

Berlomba2lah dalam kebaikan

"THE BLIND SPOT"

Semua petinju profesional memiliki pelatih. Bahkan, petinju legendaris  sehebat Moh Ali sekalipun jg memiliki pelatih. Yaitu Angelo Dundee yang membantu Ali menjadi Juara dunia 3 kali. Padahal jika mereka berdua disuruh  bertanding, sangat jelas Angelo Dundee tidak akan pernah menang.

Mungkin kita ber-tanya2, mengapa Moh. Ali butuh pelatih kalau jelas dia pasti menang melawan pelatihnya? 

Ketahuilah bahwa Moh.Ali butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, tapi karena ia membutuhkan seseorang untuk melihat hal2 yang "TIDAK DAPAT DIA LIHAT SENDIRI"

Hal yg tidak dapat kita lihat dgn mata sendiri itu yg disebut: "BLIND SPOT" atau "TITIK BUTA". Kita hanya bisa melihat "BLIND SPOT" dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh seseorang untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser.

Kita butuh orang lain YANG :
×. Menasihati,
×. Mengingatkan, bahkan.....
×. Menegur jika kita mulai melakukan sesuatu hal yg keliru, yg mungkin tidak kita sadari.

Kita butuh KERENDAHAN HATI untuk :
×. Menerima kritikan,
×. Menerima nasihat, dan 
×. Menerima teguran.......
itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia sempurna.
Jadi, biarkan orang lain menjadi "mata" kita di area 'Blind Spot' kita, sehingga KITA BISA MELIHAT apa yang TIDAK BISA KITA LIHAT dgn 'pandangan' kita sendiri...
Mari kita saling nasehat menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.

Kamis, 27 Agustus 2015

Subuh


Hati galau baca ayat al-qur'an, 
Niscaya hati kan terasa teduh, 
Selamat pagi kuucapkan, 
Dan selamat menunaikan sholat subuh
__________________________

Bedug masjid telah di tabuh, 
Diiringi merdu suara azhan, 
Selamat menunaikan shalat subuh, 
Dan mat pagi duhai idaman 
__________________________

Jalan-jalan ke dermaga, 
Lihat kapal mulai berlabuh, 
Kuucapkan buat yang tercinta, 
Selamat menjalankan sholat subuh 
__________________________

Jika di akherat ingin masuk surga, 
Kepada Allah SWT harus patuh, 
Selamat pagi duhai cinta, 
Dan selamat sholat subuh 
_________________________

Pagi-pagi kita olahraga, 
Olahraga buat jaga kesehatan tubuh, 
Buat engkau yang kudamba, 
Selamat sholat subuh 

Selasa, 11 Juni 2013

Kepemimpinan Masyarakat Manusia



Kepemimpinan Masyarakat Manusia

Masyarakat binatang,
memilih pemimpin berdasarkan kriteria kekuatan fisik dan mental (lebih besar, lebih kuat, lebih tangkas, lebih buas, lebih licik, lebih pandai berkelahi, dsb). Untuk menentukan mana yang sesuai dgn kriteria tersebut mereka adu kekuatan, ketangkasan dan kepandaian yang diwujudkan dalam berkelahi. Biasanya yang mempunyai kriteria dengan sifat – sifat tadi adalah kelompok jantan.

Setelah menjadi pemimpin sangat otoriter, menegakkan disiplin dgn kekerasan dan sangat melindungi thp kumpulannya, dia berkuasa atas segala yang ada dilingkung wilayahnya. Dia mendapatkan keutamaan dalam banyak hal terutama dalam hal pelayanan. Sedangkan imbalannya masyarakat binatang melayani dengan memberikan yang terbaik untuk pemimpin mereka.

Masyarakat manusia,
memilih pemimpin berdasarkan keluhuran budinya yg tercermin dalam perilakunya sehari-hari, yg mampu membangun kebajikan bagi masyarakatnya karena hidupnya sendiri memang dikendalikan oleh nilai-nilai luhur, jujur, adil, rendah hati, tulus/tanpa pamrih, mengutamakan orang lain, dsb. Jadi pemimpin dipilih berdasarkan kepada sifat – sifat baiknya bukan berdasarkan kepada golongan, jenis kelamin, pendidikan atau yang lainnya.  Untuk menentukan siapa yang sesuai dengan kriteria tersebut hanya dapat dilakukan dengan membandingkan perbuatannya sehari-hari.

Setelah menjadi pemimpin dia siap untuk melakukan apapun demi kepentingan masyarakat  yang dipimpin, sangat bijaksana dan melayani yang dipimpinnya (abdi masyarakat manusia). Sedangkan masyarakatnya justeru diperhatikan dan dilayani. Sebagai akibat sebagian besar masyarakat akan mencintainya dan taat karena cinta dan hormat pada pengabdiannya dan bukan karena keterpaksaan.

Kriteria
Binatang : penekanan pada kemampuan fisik dan mental
Manusia : penekanan pada kemampuan bertindak sesuai moral dan pengabdian dalam arti  luas

Cara mendapatkan pemimpin
Binatang : adu kekuatan dan kepandaian
Manusia : adu perbuatan baik yg tulus/kebajikan/kearifan

Cara memimpin
Binatang : otoriter, orientasi kekepentingan diri sendiri, mempertahankan kekuatannya dengan membuat yang lain tidak berkembang (mendapat sisa-sisa) dan tetap tergantung, melindungi kumpulannya dengan kekuatan fisik dan mentalnya

Manusia : mendengarkan, orientasi kepentingan masyarakat, melayani, mengembangkan/ mendorong kemajuan bagi masyarakat yang dipimpinnya, memberi perlindungan kpd yg lemah.


Sikap terhadap bibit unggul
Binatang : Dibunuh/dimusnakan untuk mempertahankan kedudukan bukan kemajuan masyarakatnya
Manusia : Dipelihara dan dipersiapkan menjadi penggantinya agar bermanfaat bagi kemajuan masyarakatnya

Sikap masyarakat yang dipimpinnya
Binatang : takut dan melayani pemimpin mereka
Manusia : mencintai/menyegani, menghormati, merdeka dan terinspirasi mengikuti tauladannya


Binatang
Manusia
Kriteria
Penekanan pada kemampuan fisik dan mental
Penekanan pada kemampuan bertindak sesuai moral dan pengabdian dalam arti yang luas
Cara Mendapatkan Pemimpin
Adu kekuatan dan kepandaian
Adu perbuatan baik yg tulus/kebajikan/kearifan
Cara Memimpin
Otoriter, orientasi kekepentingan diri sendiri, mempertahankan kekuatannya dengan membuat yang lain tidak berkembang (mendapat sisa-sisa) dan tetap tergantung, melindungi kumpulannya dengan kekuatan fisik dan mentalnya
Mendengarkan, orientasi kepentingan masyarakat, melayani, mengembangkan/ mendorong kemajuan bagi masyarakat yang dipimpinnya, memberi perlindungan kpd yg lemah
Sikap terhadap Bibit Unggul
Dibunuh/dimusnakan untuk mempertahankan kedudukan bukan kemajuan masyarakatnya
Dipelihara dan dipersiapkan menjadi penggantinya agar bermanfaat bagi kemajuan masyarakatnya
Sikap Masyarakat yang Dipimpinnya
Takut dan melayani pemimpin mereka
mencintai/menyegani, menghormati, merdeka, terinspirasi mengikuti tauladannya tetapi secara kritis melakukan koreksi bila ddibutuhkan

Menggambar bersama pemimpin masyarakat manusia
Pemimpin masyarakat manusia adalah seorang manusia sejati yang mampu menerapkan nilai-nilai luhur dalam hidupnya sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk ciptaan Allah yang tertinggi sehingga mampu menjadi tauladan bagi pengikutnya. Oleh sebab itu seorang pemimpin hanya akan melakukan hal yang baik dan benar sehingga mampu mengilhami dan menunjukkan arah menuju ke perbaikan/kemajuan, selalu melayani pengikutnya demi kepentingan yang dipimpinnya. Tidak mencari kesalahan orang lain tetapi dengan arif menunjukkan apa yang salah dan bagaimana memperbaikinya. Dia berupaya  dengan segala daya untuk menggunakan semua bakat dan kemampuan, dengan memfasilitasi, setiap anggota untuk tujuan perbaikan kehidupan barsama.

Oleh sebab itu pemimpin sering diilustrasikan sebagai :
a)    Matahari yang memberikan sinar dan kehangatannya tanpa membeda-bedakan yang baik, yang buruk, yang kaya yang miskin, suku, keyakinan, ras,  dan mampu memancarkan cahaya untuk menyingkirkan kegelapan sebagai sumber kejahatan.  Seorang pemimpin harus mampu memberi kehangatan, kejelasan, berlaku adil tanpa membeda-bedakan dan mampu menumbuhkan kebaikan dan mengubah lingkungan menjadi lebih baik
b)    Air yang siap memberi kehidupan dan kesuburan, jernih, transparan dan selalu siap dibersihkan kalau kotor tetapi mampu juga menghukum bila manusia salah, tanpa pandang bulu. Seorang pemimpin juga harus mampu memberi kehidupan kepada para pengikutnya, transparan dan siap dikoreksi/mengkoreksi diri bila bersalah dan berani menghukum bila ada yang salah tanpa membeda-bedakan.
c)    Bintang yang memberi arah kepada siapa saja yang sedang dalam kegelapan dan membutuhkan tuntunan. Seorang pemimpin harus mampu menjadi penuntun dan penerang dalam kegelapan melalui keteladanan hidup.
d)    Angin yang selalu dirindukan karena mampu memberi kesejukan kepada siapa saja yang kegerahan dan membutuhkan kesegaran. Seorang pemimpin harus selalu dirindukan bila tidak ada karena mampu memberi kesejukan dan kesegaran waktu hadir.
e)    Bumi yang siap diinjak, dikotori tetapi tetap setia memberi kehidupan bagi para penghuninya dan mampu memendam segala keburukan atau hal-hal yang kurang bermanfaat lagi dan selalu siap menerima siapa saja yang datang kepadanya. Seorang pemimpin harus juga mampu memberi maaf, tidak pendendam, tetap setia, akomodatif dan mengayomi
f)     Api yang mampu mengubah segala sesuatu sehingga bermanfaat bagi manusia, mampu mengubah yang keras menjadi lunak, memberi terang dan kehangatan. Seorang pemimpin juga harus mampu mengubah suatu yang tidak/kurang bermanfaat menjadi bermanfaat untuk kehidupan pengikutnya
g)    Kemudi karena seorang pemimpin harus mampu membawa pengikutnya menuju tujuan yang dicita-citakan.
h)    Rem karena seorang pemimpin juga harus mampu berfungsi mencegah hal-hal yang buruk terjadi.


Kesimpulan:
Bahwa ciri utama seorang pemimpin masyarakat justeru tidak langsung dikaitkan dengan keterampilan, kecakapan, jenis kelamin  dsb tetapi lebih dikaitkan dengan sifat-sifat luhur manusia yang diperankannya; jujur, adil, transparan, kerendahan hati, setia dan kearifan selalu mampu berperan dalam memberi penerangan dlm kegelapan, penunjuk arah melalui keteladanan, kesejukan dalam kegelisahan, mencegah hal-hal yang buruk terjadi, akomodatif dan mengayomi, dsb yang secara keseluruhan menunjukkan keluhuran budi seorang manusia sejati.