Kepemimpinan
Masyarakat Manusia
Masyarakat binatang,
memilih pemimpin berdasarkan
kriteria kekuatan fisik dan mental (lebih besar, lebih kuat, lebih tangkas,
lebih buas, lebih licik, lebih pandai berkelahi, dsb). Untuk menentukan mana
yang sesuai dgn kriteria tersebut mereka adu kekuatan, ketangkasan dan kepandaian
yang diwujudkan dalam berkelahi. Biasanya yang mempunyai kriteria dengan sifat
– sifat tadi adalah kelompok jantan.
Setelah menjadi pemimpin sangat
otoriter, menegakkan disiplin dgn kekerasan dan sangat melindungi thp
kumpulannya, dia berkuasa atas segala yang ada dilingkung wilayahnya. Dia
mendapatkan keutamaan dalam banyak hal terutama dalam hal pelayanan. Sedangkan
imbalannya masyarakat binatang melayani dengan memberikan yang terbaik untuk
pemimpin mereka.
Masyarakat manusia,
memilih
pemimpin berdasarkan keluhuran budinya yg tercermin dalam perilakunya
sehari-hari, yg mampu membangun kebajikan bagi masyarakatnya karena hidupnya
sendiri memang dikendalikan oleh nilai-nilai luhur, jujur, adil, rendah hati,
tulus/tanpa pamrih, mengutamakan orang lain, dsb. Jadi pemimpin dipilih
berdasarkan kepada sifat – sifat baiknya bukan berdasarkan kepada golongan,
jenis kelamin, pendidikan atau yang lainnya. Untuk menentukan siapa yang sesuai dengan
kriteria tersebut hanya dapat dilakukan dengan membandingkan perbuatannya
sehari-hari.
Setelah menjadi pemimpin dia siap
untuk melakukan apapun demi kepentingan masyarakat yang dipimpin, sangat bijaksana dan melayani
yang dipimpinnya (abdi masyarakat manusia). Sedangkan masyarakatnya justeru
diperhatikan dan dilayani. Sebagai akibat sebagian besar masyarakat akan
mencintainya dan taat karena cinta dan hormat pada pengabdiannya dan bukan
karena keterpaksaan.
Kriteria
Binatang : penekanan pada
kemampuan fisik dan mental
Manusia : penekanan pada
kemampuan bertindak sesuai moral dan pengabdian dalam arti luas
Cara mendapatkan pemimpin
Binatang : adu kekuatan dan
kepandaian
Manusia : adu perbuatan baik yg
tulus/kebajikan/kearifan
Cara memimpin
Binatang : otoriter, orientasi
kekepentingan diri sendiri, mempertahankan kekuatannya dengan membuat yang lain
tidak berkembang (mendapat sisa-sisa) dan tetap tergantung, melindungi kumpulannya
dengan kekuatan fisik dan mentalnya
Manusia : mendengarkan, orientasi
kepentingan masyarakat, melayani, mengembangkan/ mendorong kemajuan bagi
masyarakat yang dipimpinnya, memberi perlindungan kpd yg lemah.
Sikap terhadap bibit unggul
Binatang : Dibunuh/dimusnakan
untuk mempertahankan kedudukan bukan kemajuan masyarakatnya
Manusia : Dipelihara dan
dipersiapkan menjadi penggantinya agar bermanfaat bagi kemajuan masyarakatnya
Sikap masyarakat yang dipimpinnya
Binatang : takut dan melayani
pemimpin mereka
Manusia :
mencintai/menyegani, menghormati, merdeka dan terinspirasi mengikuti
tauladannya
|
|
Binatang
|
Manusia
|
|
Kriteria
|
Penekanan pada kemampuan fisik
dan mental
|
Penekanan pada kemampuan
bertindak sesuai moral dan pengabdian dalam arti yang luas
|
|
Cara Mendapatkan Pemimpin
|
Adu kekuatan dan kepandaian
|
Adu perbuatan baik yg
tulus/kebajikan/kearifan
|
|
Cara Memimpin
|
Otoriter, orientasi
kekepentingan diri sendiri, mempertahankan kekuatannya dengan membuat yang
lain tidak berkembang (mendapat sisa-sisa) dan tetap tergantung, melindungi
kumpulannya dengan kekuatan fisik dan mentalnya
|
Mendengarkan, orientasi
kepentingan masyarakat, melayani, mengembangkan/ mendorong kemajuan bagi
masyarakat yang dipimpinnya, memberi perlindungan kpd yg lemah
|
|
Sikap terhadap Bibit Unggul
|
Dibunuh/dimusnakan untuk
mempertahankan kedudukan bukan kemajuan masyarakatnya
|
Dipelihara dan dipersiapkan
menjadi penggantinya agar bermanfaat bagi kemajuan masyarakatnya
|
|
Sikap Masyarakat yang
Dipimpinnya
|
Takut dan melayani pemimpin
mereka
|
mencintai/menyegani,
menghormati, merdeka, terinspirasi mengikuti tauladannya tetapi secara kritis
melakukan koreksi bila ddibutuhkan
|
Menggambar bersama pemimpin masyarakat manusia
Pemimpin masyarakat manusia
adalah seorang manusia sejati yang mampu menerapkan nilai-nilai luhur dalam
hidupnya sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk ciptaan Allah yang
tertinggi sehingga mampu menjadi tauladan bagi pengikutnya. Oleh sebab itu
seorang pemimpin hanya akan melakukan hal yang baik dan benar sehingga mampu
mengilhami dan menunjukkan arah menuju ke perbaikan/kemajuan, selalu melayani
pengikutnya demi kepentingan yang dipimpinnya. Tidak mencari kesalahan orang
lain tetapi dengan arif menunjukkan apa yang salah dan bagaimana
memperbaikinya. Dia berupaya dengan
segala daya untuk menggunakan semua bakat dan kemampuan, dengan memfasilitasi,
setiap anggota untuk tujuan perbaikan kehidupan barsama.
Oleh sebab itu pemimpin sering
diilustrasikan sebagai :
a)
Matahari yang memberikan sinar dan kehangatannya tanpa
membeda-bedakan yang baik, yang buruk, yang kaya yang miskin, suku, keyakinan,
ras, dan mampu memancarkan cahaya untuk
menyingkirkan kegelapan sebagai sumber kejahatan. Seorang pemimpin harus mampu memberi kehangatan,
kejelasan, berlaku adil tanpa membeda-bedakan dan mampu menumbuhkan kebaikan
dan mengubah lingkungan menjadi lebih baik
b)
Air yang siap memberi kehidupan dan kesuburan, jernih, transparan
dan selalu siap dibersihkan kalau kotor tetapi mampu juga menghukum bila
manusia salah, tanpa pandang bulu. Seorang pemimpin juga harus mampu memberi
kehidupan kepada para pengikutnya, transparan dan siap dikoreksi/mengkoreksi
diri bila bersalah dan berani menghukum bila ada yang salah tanpa
membeda-bedakan.
c)
Bintang yang memberi arah kepada siapa saja yang sedang dalam
kegelapan dan membutuhkan tuntunan. Seorang pemimpin harus mampu menjadi
penuntun dan penerang dalam kegelapan melalui keteladanan hidup.
d)
Angin yang selalu dirindukan karena mampu memberi kesejukan kepada
siapa saja yang kegerahan dan membutuhkan kesegaran. Seorang pemimpin harus
selalu dirindukan bila tidak ada karena mampu memberi kesejukan dan kesegaran
waktu hadir.
e)
Bumi yang siap diinjak, dikotori tetapi tetap setia memberi
kehidupan bagi para penghuninya dan mampu memendam segala keburukan atau
hal-hal yang kurang bermanfaat lagi dan selalu siap menerima siapa saja yang
datang kepadanya. Seorang pemimpin harus juga mampu memberi maaf, tidak
pendendam, tetap setia, akomodatif dan mengayomi
f)
Api yang mampu mengubah segala sesuatu sehingga bermanfaat bagi
manusia, mampu mengubah yang keras menjadi lunak, memberi terang dan
kehangatan. Seorang pemimpin juga harus mampu mengubah suatu yang tidak/kurang
bermanfaat menjadi bermanfaat untuk kehidupan pengikutnya
g)
Kemudi karena seorang pemimpin harus mampu membawa pengikutnya
menuju tujuan yang dicita-citakan.
h)
Rem karena seorang pemimpin juga harus mampu berfungsi mencegah
hal-hal yang buruk terjadi.
Kesimpulan:
Bahwa ciri utama seorang pemimpin masyarakat justeru tidak langsung
dikaitkan dengan keterampilan, kecakapan, jenis kelamin dsb tetapi lebih dikaitkan dengan sifat-sifat
luhur manusia yang diperankannya; jujur, adil, transparan, kerendahan hati,
setia dan kearifan selalu mampu berperan dalam memberi penerangan dlm
kegelapan, penunjuk arah melalui keteladanan, kesejukan dalam kegelisahan,
mencegah hal-hal yang buruk terjadi, akomodatif dan mengayomi, dsb yang secara
keseluruhan menunjukkan keluhuran budi seorang manusia sejati.