Jakarta - jum'at pagi KSM nyiur kedatangan tamu dari Berebes, tidak tanggung tanggung membawa pasukan 90 orang yang terdiri dari fasilitator, LKM yg memiliki program PLPBK, TIPP, TOMAS, dan para Relawan, setelah berkunjung ke univ Budi Luhur UBL, Rombongan study Banding ini melanjutkan ke Wilayah kamal jakarta barat untuk bersilaturahmi dengan masyarakat sekaligus melihat kondisi yang katanya, akan merancang konsep program pembenahan yang diberi nama Green Kamal Project, membuat kampung wisata petani sampah. disana sudah disambut dengan bapak lurah dan staf, serta dinas PU kecamatan dan tidak ketinggalan para fasilitator jakarta barat,
"Kenapa kami membuat kampung wisata petani sampah. Karena informasi yang diperoleh bahwa potensi terbesar adalah sampah. Artinya, masyarakat belum pandai mengolah namun cukup pandai menghasilkan sampah," kata Putri Suryandari, Program Studi Arsitektur UBL, Putri Suryandari saat menyampaikan sambutan pada acara launching Green Kamal Project, Kampung Wisata Petani Sampah di Taman RW 03, Kelurahan Kamal, Jum'at(30/10) seperti yang telah dikatakan disela-sela sambutan di universitas Budi Luhur.
Lurah kamal bapak abdul karim mengatakan, pihaknya akan mengajak warga RW 03 dan 04 Kelurahan Kamal untuk selalu berpartisipasi dalam hal apa saja terutama dlm hal pembangunan, terlebih di P2KKP mempunyai program Penanganan Kawasan Kumuh dengan konsep 7 indikator., di Rw.03 dan 04 ada semua dan butuh penanganan yg serius ujar bapak lurah abdul karim.
"Kami berusaha mencoba, warga di sini menjadi wiraswasta penghasil sampah dan pemasok sampah. Jadi, sasaran kita kampung ini menjadi tujuan wisata yang isinya menghasilkan produk–produk dari sampah yang diperjualbelikan dalam wisata lokal maupun internasional,
"Jadi, kampung wisata sampah artinya kampung ini akan disulap menjadi tujuan wisata yang produksi sampahnya menjadi seseuatu yang dapat dijual. Jadi, wisatawan yang berkunjung ke Jakarta yang ingin membeli produk dari sampah, dari bandara Soekarno Hatta dapat berkunjung ke Kamal," papar Umi tutik.
Bapak sodik juga mengungkapkan, Kelurahan Kamal dan Tegal Alur sejak tahun 1995 silam telah masuk dalam program Inpres Desa Tertinggal (IDT).
"Sejak masuk dalam program IDT, sudah banyak program pembangunan yang ditujukan di kedua kelurahan ini, tapi kondisinya hingga saat ini masih seperti ini," ujar Sodiq.
Bpk lurah juga menyebutkan, pihaknya mendukung adanya Green Kamal Project Kampung Wisata Petani Sampah yang diprakarsai oleh Universitas Budi Luhur dan KSM Nyiur.
"Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Mudah-mudahan dengan adanya pendampingan dari relawan KSM Nyiur dan akademisi, kondisi warga Kampung Kamal akan lebih baik lagi dalam berbagai sektor kehidupan," ujar Abdul karim.
Sangatlah jelas bahwa keterkaitan dengan program P2KKP yang sedang berjalan saat ini, dan pengambilan data yang dilakukan oleh teman2 pendamping yg berbasis masyarakat ini sangatlah berarti, bagaimana tidak tergalinya indikator permasalahan di tingkatan masyarakat ini dengan adanya penyusunan baseline 100.0.100, dengan menghasilkan profil kelurahan.