Jumat, 30 Oktober 2015

Study Banding berbasis 100.0.100

Jakarta - jum'at pagi KSM nyiur kedatangan tamu dari Berebes, tidak tanggung tanggung membawa pasukan 90 orang yang terdiri dari fasilitator, LKM yg memiliki program PLPBK, TIPP, TOMAS, dan para Relawan,  setelah berkunjung ke univ Budi Luhur UBL, Rombongan study Banding ini melanjutkan ke Wilayah kamal jakarta barat untuk bersilaturahmi dengan masyarakat sekaligus melihat kondisi yang katanya, akan merancang konsep program pembenahan yang diberi nama Green Kamal Project, membuat kampung wisata petani sampah. disana sudah disambut dengan bapak lurah dan staf, serta dinas PU kecamatan dan tidak ketinggalan para fasilitator jakarta barat,

"Kenapa kami membuat kampung wisata petani sampah. Karena informasi yang diperoleh bahwa potensi terbesar adalah sampah. Artinya, masyarakat belum pandai mengolah namun cukup pandai menghasilkan sampah," kata Putri Suryandari, Program Studi Arsitektur UBL, Putri Suryandari saat menyampaikan sambutan pada acara launching Green Kamal Project, Kampung Wisata Petani Sampah di Taman RW 03, Kelurahan Kamal, Jum'at(30/10) seperti yang telah dikatakan disela-sela sambutan di universitas Budi Luhur.

Lurah kamal bapak abdul karim mengatakan, pihaknya akan mengajak warga RW 03 dan 04 Kelurahan Kamal untuk selalu berpartisipasi dalam hal apa saja terutama dlm hal pembangunan, terlebih di P2KKP mempunyai program Penanganan Kawasan Kumuh dengan konsep 7 indikator., di Rw.03 dan 04 ada semua dan butuh penanganan yg serius ujar bapak lurah abdul karim.

"Kami berusaha mencoba, warga di sini menjadi wiraswasta penghasil sampah dan pemasok sampah. Jadi, sasaran kita kampung ini menjadi tujuan wisata yang isinya menghasilkan produk–produk dari sampah yang diperjualbelikan dalam wisata lokal maupun internasional,

"Jadi, kampung wisata sampah artinya kampung ini akan disulap menjadi tujuan wisata yang produksi sampahnya menjadi seseuatu yang dapat dijual.  Jadi, wisatawan yang berkunjung ke Jakarta yang ingin membeli produk dari sampah, dari bandara Soekarno Hatta dapat berkunjung ke Kamal," papar Umi tutik. 

Bapak sodik  juga mengungkapkan, Kelurahan Kamal dan Tegal Alur sejak tahun 1995 silam telah masuk dalam program Inpres Desa Tertinggal (IDT). 

"Sejak masuk dalam program IDT, sudah banyak program pembangunan yang ditujukan di kedua kelurahan ini, tapi kondisinya hingga saat ini masih seperti ini," ujar Sodiq.

Bpk lurah juga menyebutkan, pihaknya mendukung adanya Green Kamal Project Kampung Wisata Petani Sampah yang diprakarsai oleh Universitas Budi Luhur dan KSM Nyiur. 

"Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Mudah-mudahan dengan adanya pendampingan dari relawan KSM Nyiur dan akademisi, kondisi warga Kampung Kamal akan lebih baik lagi dalam berbagai sektor kehidupan," ujar Abdul karim.

Sangatlah jelas bahwa keterkaitan dengan program P2KKP yang sedang berjalan saat ini, dan pengambilan data yang dilakukan oleh teman2 pendamping yg berbasis masyarakat ini sangatlah berarti, bagaimana tidak tergalinya indikator permasalahan di tingkatan masyarakat ini dengan adanya penyusunan baseline 100.0.100, dengan menghasilkan profil kelurahan.

Senin, 05 Oktober 2015

Berlomba2lah dalam kebaikan

"THE BLIND SPOT"

Semua petinju profesional memiliki pelatih. Bahkan, petinju legendaris  sehebat Moh Ali sekalipun jg memiliki pelatih. Yaitu Angelo Dundee yang membantu Ali menjadi Juara dunia 3 kali. Padahal jika mereka berdua disuruh  bertanding, sangat jelas Angelo Dundee tidak akan pernah menang.

Mungkin kita ber-tanya2, mengapa Moh. Ali butuh pelatih kalau jelas dia pasti menang melawan pelatihnya? 

Ketahuilah bahwa Moh.Ali butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, tapi karena ia membutuhkan seseorang untuk melihat hal2 yang "TIDAK DAPAT DIA LIHAT SENDIRI"

Hal yg tidak dapat kita lihat dgn mata sendiri itu yg disebut: "BLIND SPOT" atau "TITIK BUTA". Kita hanya bisa melihat "BLIND SPOT" dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh seseorang untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser.

Kita butuh orang lain YANG :
×. Menasihati,
×. Mengingatkan, bahkan.....
×. Menegur jika kita mulai melakukan sesuatu hal yg keliru, yg mungkin tidak kita sadari.

Kita butuh KERENDAHAN HATI untuk :
×. Menerima kritikan,
×. Menerima nasihat, dan 
×. Menerima teguran.......
itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia sempurna.
Jadi, biarkan orang lain menjadi "mata" kita di area 'Blind Spot' kita, sehingga KITA BISA MELIHAT apa yang TIDAK BISA KITA LIHAT dgn 'pandangan' kita sendiri...
Mari kita saling nasehat menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.