Kamis, 27 Agustus 2015

Subuh


Hati galau baca ayat al-qur'an, 
Niscaya hati kan terasa teduh, 
Selamat pagi kuucapkan, 
Dan selamat menunaikan sholat subuh
__________________________

Bedug masjid telah di tabuh, 
Diiringi merdu suara azhan, 
Selamat menunaikan shalat subuh, 
Dan mat pagi duhai idaman 
__________________________

Jalan-jalan ke dermaga, 
Lihat kapal mulai berlabuh, 
Kuucapkan buat yang tercinta, 
Selamat menjalankan sholat subuh 
__________________________

Jika di akherat ingin masuk surga, 
Kepada Allah SWT harus patuh, 
Selamat pagi duhai cinta, 
Dan selamat sholat subuh 
_________________________

Pagi-pagi kita olahraga, 
Olahraga buat jaga kesehatan tubuh, 
Buat engkau yang kudamba, 
Selamat sholat subuh 

Selasa, 11 Juni 2013

Kepemimpinan Masyarakat Manusia



Kepemimpinan Masyarakat Manusia

Masyarakat binatang,
memilih pemimpin berdasarkan kriteria kekuatan fisik dan mental (lebih besar, lebih kuat, lebih tangkas, lebih buas, lebih licik, lebih pandai berkelahi, dsb). Untuk menentukan mana yang sesuai dgn kriteria tersebut mereka adu kekuatan, ketangkasan dan kepandaian yang diwujudkan dalam berkelahi. Biasanya yang mempunyai kriteria dengan sifat – sifat tadi adalah kelompok jantan.

Setelah menjadi pemimpin sangat otoriter, menegakkan disiplin dgn kekerasan dan sangat melindungi thp kumpulannya, dia berkuasa atas segala yang ada dilingkung wilayahnya. Dia mendapatkan keutamaan dalam banyak hal terutama dalam hal pelayanan. Sedangkan imbalannya masyarakat binatang melayani dengan memberikan yang terbaik untuk pemimpin mereka.

Masyarakat manusia,
memilih pemimpin berdasarkan keluhuran budinya yg tercermin dalam perilakunya sehari-hari, yg mampu membangun kebajikan bagi masyarakatnya karena hidupnya sendiri memang dikendalikan oleh nilai-nilai luhur, jujur, adil, rendah hati, tulus/tanpa pamrih, mengutamakan orang lain, dsb. Jadi pemimpin dipilih berdasarkan kepada sifat – sifat baiknya bukan berdasarkan kepada golongan, jenis kelamin, pendidikan atau yang lainnya.  Untuk menentukan siapa yang sesuai dengan kriteria tersebut hanya dapat dilakukan dengan membandingkan perbuatannya sehari-hari.

Setelah menjadi pemimpin dia siap untuk melakukan apapun demi kepentingan masyarakat  yang dipimpin, sangat bijaksana dan melayani yang dipimpinnya (abdi masyarakat manusia). Sedangkan masyarakatnya justeru diperhatikan dan dilayani. Sebagai akibat sebagian besar masyarakat akan mencintainya dan taat karena cinta dan hormat pada pengabdiannya dan bukan karena keterpaksaan.

Kriteria
Binatang : penekanan pada kemampuan fisik dan mental
Manusia : penekanan pada kemampuan bertindak sesuai moral dan pengabdian dalam arti  luas

Cara mendapatkan pemimpin
Binatang : adu kekuatan dan kepandaian
Manusia : adu perbuatan baik yg tulus/kebajikan/kearifan

Cara memimpin
Binatang : otoriter, orientasi kekepentingan diri sendiri, mempertahankan kekuatannya dengan membuat yang lain tidak berkembang (mendapat sisa-sisa) dan tetap tergantung, melindungi kumpulannya dengan kekuatan fisik dan mentalnya

Manusia : mendengarkan, orientasi kepentingan masyarakat, melayani, mengembangkan/ mendorong kemajuan bagi masyarakat yang dipimpinnya, memberi perlindungan kpd yg lemah.


Sikap terhadap bibit unggul
Binatang : Dibunuh/dimusnakan untuk mempertahankan kedudukan bukan kemajuan masyarakatnya
Manusia : Dipelihara dan dipersiapkan menjadi penggantinya agar bermanfaat bagi kemajuan masyarakatnya

Sikap masyarakat yang dipimpinnya
Binatang : takut dan melayani pemimpin mereka
Manusia : mencintai/menyegani, menghormati, merdeka dan terinspirasi mengikuti tauladannya


Binatang
Manusia
Kriteria
Penekanan pada kemampuan fisik dan mental
Penekanan pada kemampuan bertindak sesuai moral dan pengabdian dalam arti yang luas
Cara Mendapatkan Pemimpin
Adu kekuatan dan kepandaian
Adu perbuatan baik yg tulus/kebajikan/kearifan
Cara Memimpin
Otoriter, orientasi kekepentingan diri sendiri, mempertahankan kekuatannya dengan membuat yang lain tidak berkembang (mendapat sisa-sisa) dan tetap tergantung, melindungi kumpulannya dengan kekuatan fisik dan mentalnya
Mendengarkan, orientasi kepentingan masyarakat, melayani, mengembangkan/ mendorong kemajuan bagi masyarakat yang dipimpinnya, memberi perlindungan kpd yg lemah
Sikap terhadap Bibit Unggul
Dibunuh/dimusnakan untuk mempertahankan kedudukan bukan kemajuan masyarakatnya
Dipelihara dan dipersiapkan menjadi penggantinya agar bermanfaat bagi kemajuan masyarakatnya
Sikap Masyarakat yang Dipimpinnya
Takut dan melayani pemimpin mereka
mencintai/menyegani, menghormati, merdeka, terinspirasi mengikuti tauladannya tetapi secara kritis melakukan koreksi bila ddibutuhkan

Menggambar bersama pemimpin masyarakat manusia
Pemimpin masyarakat manusia adalah seorang manusia sejati yang mampu menerapkan nilai-nilai luhur dalam hidupnya sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk ciptaan Allah yang tertinggi sehingga mampu menjadi tauladan bagi pengikutnya. Oleh sebab itu seorang pemimpin hanya akan melakukan hal yang baik dan benar sehingga mampu mengilhami dan menunjukkan arah menuju ke perbaikan/kemajuan, selalu melayani pengikutnya demi kepentingan yang dipimpinnya. Tidak mencari kesalahan orang lain tetapi dengan arif menunjukkan apa yang salah dan bagaimana memperbaikinya. Dia berupaya  dengan segala daya untuk menggunakan semua bakat dan kemampuan, dengan memfasilitasi, setiap anggota untuk tujuan perbaikan kehidupan barsama.

Oleh sebab itu pemimpin sering diilustrasikan sebagai :
a)    Matahari yang memberikan sinar dan kehangatannya tanpa membeda-bedakan yang baik, yang buruk, yang kaya yang miskin, suku, keyakinan, ras,  dan mampu memancarkan cahaya untuk menyingkirkan kegelapan sebagai sumber kejahatan.  Seorang pemimpin harus mampu memberi kehangatan, kejelasan, berlaku adil tanpa membeda-bedakan dan mampu menumbuhkan kebaikan dan mengubah lingkungan menjadi lebih baik
b)    Air yang siap memberi kehidupan dan kesuburan, jernih, transparan dan selalu siap dibersihkan kalau kotor tetapi mampu juga menghukum bila manusia salah, tanpa pandang bulu. Seorang pemimpin juga harus mampu memberi kehidupan kepada para pengikutnya, transparan dan siap dikoreksi/mengkoreksi diri bila bersalah dan berani menghukum bila ada yang salah tanpa membeda-bedakan.
c)    Bintang yang memberi arah kepada siapa saja yang sedang dalam kegelapan dan membutuhkan tuntunan. Seorang pemimpin harus mampu menjadi penuntun dan penerang dalam kegelapan melalui keteladanan hidup.
d)    Angin yang selalu dirindukan karena mampu memberi kesejukan kepada siapa saja yang kegerahan dan membutuhkan kesegaran. Seorang pemimpin harus selalu dirindukan bila tidak ada karena mampu memberi kesejukan dan kesegaran waktu hadir.
e)    Bumi yang siap diinjak, dikotori tetapi tetap setia memberi kehidupan bagi para penghuninya dan mampu memendam segala keburukan atau hal-hal yang kurang bermanfaat lagi dan selalu siap menerima siapa saja yang datang kepadanya. Seorang pemimpin harus juga mampu memberi maaf, tidak pendendam, tetap setia, akomodatif dan mengayomi
f)     Api yang mampu mengubah segala sesuatu sehingga bermanfaat bagi manusia, mampu mengubah yang keras menjadi lunak, memberi terang dan kehangatan. Seorang pemimpin juga harus mampu mengubah suatu yang tidak/kurang bermanfaat menjadi bermanfaat untuk kehidupan pengikutnya
g)    Kemudi karena seorang pemimpin harus mampu membawa pengikutnya menuju tujuan yang dicita-citakan.
h)    Rem karena seorang pemimpin juga harus mampu berfungsi mencegah hal-hal yang buruk terjadi.


Kesimpulan:
Bahwa ciri utama seorang pemimpin masyarakat justeru tidak langsung dikaitkan dengan keterampilan, kecakapan, jenis kelamin  dsb tetapi lebih dikaitkan dengan sifat-sifat luhur manusia yang diperankannya; jujur, adil, transparan, kerendahan hati, setia dan kearifan selalu mampu berperan dalam memberi penerangan dlm kegelapan, penunjuk arah melalui keteladanan, kesejukan dalam kegelisahan, mencegah hal-hal yang buruk terjadi, akomodatif dan mengayomi, dsb yang secara keseluruhan menunjukkan keluhuran budi seorang manusia sejati.






Kepemimpinan Masyarakat Manusia



Kepemimpinan Masyarakat Manusia

Masyarakat binatang,
memilih pemimpin berdasarkan kriteria kekuatan fisik dan mental (lebih besar, lebih kuat, lebih tangkas, lebih buas, lebih licik, lebih pandai berkelahi, dsb). Untuk menentukan mana yang sesuai dgn kriteria tersebut mereka adu kekuatan, ketangkasan dan kepandaian yang diwujudkan dalam berkelahi. Biasanya yang mempunyai kriteria dengan sifat – sifat tadi adalah kelompok jantan.

Setelah menjadi pemimpin sangat otoriter, menegakkan disiplin dgn kekerasan dan sangat melindungi thp kumpulannya, dia berkuasa atas segala yang ada dilingkung wilayahnya. Dia mendapatkan keutamaan dalam banyak hal terutama dalam hal pelayanan. Sedangkan imbalannya masyarakat binatang melayani dengan memberikan yang terbaik untuk pemimpin mereka.

Masyarakat manusia,
memilih pemimpin berdasarkan keluhuran budinya yg tercermin dalam perilakunya sehari-hari, yg mampu membangun kebajikan bagi masyarakatnya karena hidupnya sendiri memang dikendalikan oleh nilai-nilai luhur, jujur, adil, rendah hati, tulus/tanpa pamrih, mengutamakan orang lain, dsb. Jadi pemimpin dipilih berdasarkan kepada sifat – sifat baiknya bukan berdasarkan kepada golongan, jenis kelamin, pendidikan atau yang lainnya.  Untuk menentukan siapa yang sesuai dengan kriteria tersebut hanya dapat dilakukan dengan membandingkan perbuatannya sehari-hari.

Setelah menjadi pemimpin dia siap untuk melakukan apapun demi kepentingan masyarakat  yang dipimpin, sangat bijaksana dan melayani yang dipimpinnya (abdi masyarakat manusia). Sedangkan masyarakatnya justeru diperhatikan dan dilayani. Sebagai akibat sebagian besar masyarakat akan mencintainya dan taat karena cinta dan hormat pada pengabdiannya dan bukan karena keterpaksaan.

Kriteria
Binatang : penekanan pada kemampuan fisik dan mental
Manusia : penekanan pada kemampuan bertindak sesuai moral dan pengabdian dalam arti  luas

Cara mendapatkan pemimpin
Binatang : adu kekuatan dan kepandaian
Manusia : adu perbuatan baik yg tulus/kebajikan/kearifan

Cara memimpin
Binatang : otoriter, orientasi kekepentingan diri sendiri, mempertahankan kekuatannya dengan membuat yang lain tidak berkembang (mendapat sisa-sisa) dan tetap tergantung, melindungi kumpulannya dengan kekuatan fisik dan mentalnya

Manusia : mendengarkan, orientasi kepentingan masyarakat, melayani, mengembangkan/ mendorong kemajuan bagi masyarakat yang dipimpinnya, memberi perlindungan kpd yg lemah.


Sikap terhadap bibit unggul
Binatang : Dibunuh/dimusnakan untuk mempertahankan kedudukan bukan kemajuan masyarakatnya
Manusia : Dipelihara dan dipersiapkan menjadi penggantinya agar bermanfaat bagi kemajuan masyarakatnya

Sikap masyarakat yang dipimpinnya
Binatang : takut dan melayani pemimpin mereka
Manusia : mencintai/menyegani, menghormati, merdeka dan terinspirasi mengikuti tauladannya


Binatang
Manusia
Kriteria
Penekanan pada kemampuan fisik dan mental
Penekanan pada kemampuan bertindak sesuai moral dan pengabdian dalam arti yang luas
Cara Mendapatkan Pemimpin
Adu kekuatan dan kepandaian
Adu perbuatan baik yg tulus/kebajikan/kearifan
Cara Memimpin
Otoriter, orientasi kekepentingan diri sendiri, mempertahankan kekuatannya dengan membuat yang lain tidak berkembang (mendapat sisa-sisa) dan tetap tergantung, melindungi kumpulannya dengan kekuatan fisik dan mentalnya
Mendengarkan, orientasi kepentingan masyarakat, melayani, mengembangkan/ mendorong kemajuan bagi masyarakat yang dipimpinnya, memberi perlindungan kpd yg lemah
Sikap terhadap Bibit Unggul
Dibunuh/dimusnakan untuk mempertahankan kedudukan bukan kemajuan masyarakatnya
Dipelihara dan dipersiapkan menjadi penggantinya agar bermanfaat bagi kemajuan masyarakatnya
Sikap Masyarakat yang Dipimpinnya
Takut dan melayani pemimpin mereka
mencintai/menyegani, menghormati, merdeka, terinspirasi mengikuti tauladannya tetapi secara kritis melakukan koreksi bila ddibutuhkan

Menggambar bersama pemimpin masyarakat manusia
Pemimpin masyarakat manusia adalah seorang manusia sejati yang mampu menerapkan nilai-nilai luhur dalam hidupnya sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk ciptaan Allah yang tertinggi sehingga mampu menjadi tauladan bagi pengikutnya. Oleh sebab itu seorang pemimpin hanya akan melakukan hal yang baik dan benar sehingga mampu mengilhami dan menunjukkan arah menuju ke perbaikan/kemajuan, selalu melayani pengikutnya demi kepentingan yang dipimpinnya. Tidak mencari kesalahan orang lain tetapi dengan arif menunjukkan apa yang salah dan bagaimana memperbaikinya. Dia berupaya  dengan segala daya untuk menggunakan semua bakat dan kemampuan, dengan memfasilitasi, setiap anggota untuk tujuan perbaikan kehidupan barsama.

Oleh sebab itu pemimpin sering diilustrasikan sebagai :
a)    Matahari yang memberikan sinar dan kehangatannya tanpa membeda-bedakan yang baik, yang buruk, yang kaya yang miskin, suku, keyakinan, ras,  dan mampu memancarkan cahaya untuk menyingkirkan kegelapan sebagai sumber kejahatan.  Seorang pemimpin harus mampu memberi kehangatan, kejelasan, berlaku adil tanpa membeda-bedakan dan mampu menumbuhkan kebaikan dan mengubah lingkungan menjadi lebih baik
b)    Air yang siap memberi kehidupan dan kesuburan, jernih, transparan dan selalu siap dibersihkan kalau kotor tetapi mampu juga menghukum bila manusia salah, tanpa pandang bulu. Seorang pemimpin juga harus mampu memberi kehidupan kepada para pengikutnya, transparan dan siap dikoreksi/mengkoreksi diri bila bersalah dan berani menghukum bila ada yang salah tanpa membeda-bedakan.
c)    Bintang yang memberi arah kepada siapa saja yang sedang dalam kegelapan dan membutuhkan tuntunan. Seorang pemimpin harus mampu menjadi penuntun dan penerang dalam kegelapan melalui keteladanan hidup.
d)    Angin yang selalu dirindukan karena mampu memberi kesejukan kepada siapa saja yang kegerahan dan membutuhkan kesegaran. Seorang pemimpin harus selalu dirindukan bila tidak ada karena mampu memberi kesejukan dan kesegaran waktu hadir.
e)    Bumi yang siap diinjak, dikotori tetapi tetap setia memberi kehidupan bagi para penghuninya dan mampu memendam segala keburukan atau hal-hal yang kurang bermanfaat lagi dan selalu siap menerima siapa saja yang datang kepadanya. Seorang pemimpin harus juga mampu memberi maaf, tidak pendendam, tetap setia, akomodatif dan mengayomi
f)     Api yang mampu mengubah segala sesuatu sehingga bermanfaat bagi manusia, mampu mengubah yang keras menjadi lunak, memberi terang dan kehangatan. Seorang pemimpin juga harus mampu mengubah suatu yang tidak/kurang bermanfaat menjadi bermanfaat untuk kehidupan pengikutnya
g)    Kemudi karena seorang pemimpin harus mampu membawa pengikutnya menuju tujuan yang dicita-citakan.
h)    Rem karena seorang pemimpin juga harus mampu berfungsi mencegah hal-hal yang buruk terjadi.


Kesimpulan:
Bahwa ciri utama seorang pemimpin masyarakat justeru tidak langsung dikaitkan dengan keterampilan, kecakapan, jenis kelamin  dsb tetapi lebih dikaitkan dengan sifat-sifat luhur manusia yang diperankannya; jujur, adil, transparan, kerendahan hati, setia dan kearifan selalu mampu berperan dalam memberi penerangan dlm kegelapan, penunjuk arah melalui keteladanan, kesejukan dalam kegelisahan, mencegah hal-hal yang buruk terjadi, akomodatif dan mengayomi, dsb yang secara keseluruhan menunjukkan keluhuran budi seorang manusia sejati.






Kepemimpinan Masyarakat Manusia



Kepemimpinan Masyarakat Manusia

Masyarakat binatang,
memilih pemimpin berdasarkan kriteria kekuatan fisik dan mental (lebih besar, lebih kuat, lebih tangkas, lebih buas, lebih licik, lebih pandai berkelahi, dsb). Untuk menentukan mana yang sesuai dgn kriteria tersebut mereka adu kekuatan, ketangkasan dan kepandaian yang diwujudkan dalam berkelahi. Biasanya yang mempunyai kriteria dengan sifat – sifat tadi adalah kelompok jantan.

Setelah menjadi pemimpin sangat otoriter, menegakkan disiplin dgn kekerasan dan sangat melindungi thp kumpulannya, dia berkuasa atas segala yang ada dilingkung wilayahnya. Dia mendapatkan keutamaan dalam banyak hal terutama dalam hal pelayanan. Sedangkan imbalannya masyarakat binatang melayani dengan memberikan yang terbaik untuk pemimpin mereka.

Masyarakat manusia,
memilih pemimpin berdasarkan keluhuran budinya yg tercermin dalam perilakunya sehari-hari, yg mampu membangun kebajikan bagi masyarakatnya karena hidupnya sendiri memang dikendalikan oleh nilai-nilai luhur, jujur, adil, rendah hati, tulus/tanpa pamrih, mengutamakan orang lain, dsb. Jadi pemimpin dipilih berdasarkan kepada sifat – sifat baiknya bukan berdasarkan kepada golongan, jenis kelamin, pendidikan atau yang lainnya.  Untuk menentukan siapa yang sesuai dengan kriteria tersebut hanya dapat dilakukan dengan membandingkan perbuatannya sehari-hari.

Setelah menjadi pemimpin dia siap untuk melakukan apapun demi kepentingan masyarakat  yang dipimpin, sangat bijaksana dan melayani yang dipimpinnya (abdi masyarakat manusia). Sedangkan masyarakatnya justeru diperhatikan dan dilayani. Sebagai akibat sebagian besar masyarakat akan mencintainya dan taat karena cinta dan hormat pada pengabdiannya dan bukan karena keterpaksaan.

Kriteria
Binatang : penekanan pada kemampuan fisik dan mental
Manusia : penekanan pada kemampuan bertindak sesuai moral dan pengabdian dalam arti  luas

Cara mendapatkan pemimpin
Binatang : adu kekuatan dan kepandaian
Manusia : adu perbuatan baik yg tulus/kebajikan/kearifan

Cara memimpin
Binatang : otoriter, orientasi kekepentingan diri sendiri, mempertahankan kekuatannya dengan membuat yang lain tidak berkembang (mendapat sisa-sisa) dan tetap tergantung, melindungi kumpulannya dengan kekuatan fisik dan mentalnya

Manusia : mendengarkan, orientasi kepentingan masyarakat, melayani, mengembangkan/ mendorong kemajuan bagi masyarakat yang dipimpinnya, memberi perlindungan kpd yg lemah.


Sikap terhadap bibit unggul
Binatang : Dibunuh/dimusnakan untuk mempertahankan kedudukan bukan kemajuan masyarakatnya
Manusia : Dipelihara dan dipersiapkan menjadi penggantinya agar bermanfaat bagi kemajuan masyarakatnya

Sikap masyarakat yang dipimpinnya
Binatang : takut dan melayani pemimpin mereka
Manusia : mencintai/menyegani, menghormati, merdeka dan terinspirasi mengikuti tauladannya


Binatang
Manusia
Kriteria
Penekanan pada kemampuan fisik dan mental
Penekanan pada kemampuan bertindak sesuai moral dan pengabdian dalam arti yang luas
Cara Mendapatkan Pemimpin
Adu kekuatan dan kepandaian
Adu perbuatan baik yg tulus/kebajikan/kearifan
Cara Memimpin
Otoriter, orientasi kekepentingan diri sendiri, mempertahankan kekuatannya dengan membuat yang lain tidak berkembang (mendapat sisa-sisa) dan tetap tergantung, melindungi kumpulannya dengan kekuatan fisik dan mentalnya
Mendengarkan, orientasi kepentingan masyarakat, melayani, mengembangkan/ mendorong kemajuan bagi masyarakat yang dipimpinnya, memberi perlindungan kpd yg lemah
Sikap terhadap Bibit Unggul
Dibunuh/dimusnakan untuk mempertahankan kedudukan bukan kemajuan masyarakatnya
Dipelihara dan dipersiapkan menjadi penggantinya agar bermanfaat bagi kemajuan masyarakatnya
Sikap Masyarakat yang Dipimpinnya
Takut dan melayani pemimpin mereka
mencintai/menyegani, menghormati, merdeka, terinspirasi mengikuti tauladannya tetapi secara kritis melakukan koreksi bila ddibutuhkan

Menggambar bersama pemimpin masyarakat manusia
Pemimpin masyarakat manusia adalah seorang manusia sejati yang mampu menerapkan nilai-nilai luhur dalam hidupnya sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk ciptaan Allah yang tertinggi sehingga mampu menjadi tauladan bagi pengikutnya. Oleh sebab itu seorang pemimpin hanya akan melakukan hal yang baik dan benar sehingga mampu mengilhami dan menunjukkan arah menuju ke perbaikan/kemajuan, selalu melayani pengikutnya demi kepentingan yang dipimpinnya. Tidak mencari kesalahan orang lain tetapi dengan arif menunjukkan apa yang salah dan bagaimana memperbaikinya. Dia berupaya  dengan segala daya untuk menggunakan semua bakat dan kemampuan, dengan memfasilitasi, setiap anggota untuk tujuan perbaikan kehidupan barsama.

Oleh sebab itu pemimpin sering diilustrasikan sebagai :
a)    Matahari yang memberikan sinar dan kehangatannya tanpa membeda-bedakan yang baik, yang buruk, yang kaya yang miskin, suku, keyakinan, ras,  dan mampu memancarkan cahaya untuk menyingkirkan kegelapan sebagai sumber kejahatan.  Seorang pemimpin harus mampu memberi kehangatan, kejelasan, berlaku adil tanpa membeda-bedakan dan mampu menumbuhkan kebaikan dan mengubah lingkungan menjadi lebih baik
b)    Air yang siap memberi kehidupan dan kesuburan, jernih, transparan dan selalu siap dibersihkan kalau kotor tetapi mampu juga menghukum bila manusia salah, tanpa pandang bulu. Seorang pemimpin juga harus mampu memberi kehidupan kepada para pengikutnya, transparan dan siap dikoreksi/mengkoreksi diri bila bersalah dan berani menghukum bila ada yang salah tanpa membeda-bedakan.
c)    Bintang yang memberi arah kepada siapa saja yang sedang dalam kegelapan dan membutuhkan tuntunan. Seorang pemimpin harus mampu menjadi penuntun dan penerang dalam kegelapan melalui keteladanan hidup.
d)    Angin yang selalu dirindukan karena mampu memberi kesejukan kepada siapa saja yang kegerahan dan membutuhkan kesegaran. Seorang pemimpin harus selalu dirindukan bila tidak ada karena mampu memberi kesejukan dan kesegaran waktu hadir.
e)    Bumi yang siap diinjak, dikotori tetapi tetap setia memberi kehidupan bagi para penghuninya dan mampu memendam segala keburukan atau hal-hal yang kurang bermanfaat lagi dan selalu siap menerima siapa saja yang datang kepadanya. Seorang pemimpin harus juga mampu memberi maaf, tidak pendendam, tetap setia, akomodatif dan mengayomi
f)     Api yang mampu mengubah segala sesuatu sehingga bermanfaat bagi manusia, mampu mengubah yang keras menjadi lunak, memberi terang dan kehangatan. Seorang pemimpin juga harus mampu mengubah suatu yang tidak/kurang bermanfaat menjadi bermanfaat untuk kehidupan pengikutnya
g)    Kemudi karena seorang pemimpin harus mampu membawa pengikutnya menuju tujuan yang dicita-citakan.
h)    Rem karena seorang pemimpin juga harus mampu berfungsi mencegah hal-hal yang buruk terjadi.


Kesimpulan:
Bahwa ciri utama seorang pemimpin masyarakat justeru tidak langsung dikaitkan dengan keterampilan, kecakapan, jenis kelamin  dsb tetapi lebih dikaitkan dengan sifat-sifat luhur manusia yang diperankannya; jujur, adil, transparan, kerendahan hati, setia dan kearifan selalu mampu berperan dalam memberi penerangan dlm kegelapan, penunjuk arah melalui keteladanan, kesejukan dalam kegelisahan, mencegah hal-hal yang buruk terjadi, akomodatif dan mengayomi, dsb yang secara keseluruhan menunjukkan keluhuran budi seorang manusia sejati.